Thursday, 12 July 2012

[ASK] Apakah Manfaat Gue ?

" Sebaik-baik manusia adalah adalah yang bermanfaat bagi manusia " (Al Qur'an)

Setidaknya, ayat itulah yang membuat gue tetap tegar untuk terus berpijak di bumi cinta ini. Sebuah ayat yang telah memotivasi gue untuk tetap berada dalam lingkaran syari'at. Dengan ayat ini pula, gue mampu mengukur diri apakah gue telah menjadi orang baik yang dicintai atau justru menjadi orang buruk yang dibenci. Kadang gue merasa sudah merasa sangat baik dengan segala pencapaian yang telah gue raih. Mulai dari prestasi akademik, sosial dan tanggung jawab dalam mengemban amanat. Gue merasa kian sempurna dan bangga akan diri yang tak jarang justru mebuat gue lupa akan segalanya. Lupa akan jasa-jasa orang di belakangku. Dan yang terparah, gue lupa akan "campur tangan" tuhan.

Kelupaan-kelupaan itu pula itu yang membuat gue tersadar, bahwa gue tak hidup sendiri. Dengan pola mementingkan kepentingan diri, itu sudah cukup mebuktikan bahwa gue belum mampu menjadi orang baik. Disaat gue kenyang, tidur pulas, badan sehat dan uang yang berkecukupan. Kadang gue lupa, bahwa inipun merupakan bagian dari ujian. Ujian untuk gue, apakah bersyukur atau melupakan nikmat tuhan. Dan saat gue tersadar pun, kadang gue gak pintar untuk mengapresiasi nikmat tuhan ini. 

Nikmat makan, nikmat tidur, nikmatnya sebuah pengakuan kadang tak lantas membuat gue nikmat dalam menjalankan sebuah tuntutan tuhan (ibadah). Selalu saja ada rasa keterpaksaan nan menjemukan. Ibadah hanya sebatas kewajiban, ibadah hanya sebatas penghalau siksa, ibadah hanya sekedar untuk membeli surga. Gue berpikir, akankah gue terus seperti ini. Dimana ibadah hanya sekedarnya, menolong sesama hanya sekedarnya, membaca al qur'an hanya sekedarnya. Ikhlas tinggalah sebuah kata indah yang tersimpan dalam kotak baja. Sampai disini gue bertanya pada hati, bagaimana bisa gue menjadi pribadi yang bermanfaat. Bila gue sendiri tidak pintar menghargai diri.